logo
Image

Program

Lomba Foto Nasional
Periode 15-31 Januari 2018
Gerakan Relawan Pancasila adalah sebuah organisasi masa yg peduli terhadap NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tinggal Ika. Pada kenyataannya sekarang banyak generasi muda, khususnya generasi milenial tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai hal tersebut diatas. Hal ini dapat menimbulkan perpecahan di masa depan, akibat ketidak pahaman mengenai latar belakang bangsa Indonesia. Kami berupaya untuk melakukan pencerahan dan memberi pemahaman dengan mengajak generasi muda melakukan kreatifitas fotografi menggunakan kamera telepon genggam dan dapat berekspresi melalui media sosial yang merupakan trend generasi muda di dunia saat ini.

Indonesia Kita dan Globalisasi
Yudi Latif Ph.D , Kepala UKP Pancasila
(Unit Kerja Prediden - Pembinaan Ideologi Pancasila)

Sambutan
Bulan Pemuda Oktober 2017
Gerakan Relawan Pancasila


Dengan pakaian yang beragam, berangkat dari latar belakang yang berbeda, para pemuda berkumpul dalam Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928. Mereka mencetuskan semangat mereka untuk merayakan perbedaan untuk persatuan, Sumpah Pemuda. Mereka menggelorakan semangat cinta tanah air dengan menghargai sesama warga bangsa. Kemudaan mereka justru menjadi wujud wajah optimisme bangsa Indonesia. Selagi istilah “Bangsa Indonesia” belum lagi diakui dunia, para pemuda ini berani dan gembira dengan perayaan kebersamaan mereka sebagai “Bangsa Indonesia”. Tidak heran, dari proses ini kemudian dicapailah proklamasi. Sudah jelas sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 bahwa Kemerdekaan adalah penghargaan terhadap kemanusiaan itu sendiri. Disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”. Muatan ini juga dicetuskan dengan amat jelas dalam hidup pendiri bangsa. Sukarno, misalnya, aktif menyapa bangsa-bangsa yang masih terjajah untuk bergegas membangun emansipasi. Mohammad Hatta misalnya aktif dalam liga anti-perbudakan.

Eksploitasi manusia satu terhadap manusia lain bukan hanya salah secara moral (morally flawed) tetapi juga bertentangan secara langsung terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa. Manusia satu dengan yang lain adalah ciptaan Yang Kuasa. Jika manusia berlaku seperti Yang Kuasa terhadap manusia lain, termasuk penjajahan, perbudakan dan diskriminasi, maka legitimasi kemerdekaan suatu bangsa menjadi tidak solid. Lagi-lagi, sebagai bangsa, Indonesia harus hidup dalam lapangan globalisasi. Dengan posisi awal dan konsekuensinya yang tidak sama, globalisasi membelah dunia ke dalam pihak "yang menang" (winners) dan "yang kalah" (losers), serta menumbuhkan ketidaksetaraan baik dalam relasi internasional maupun relasi domestik.

Selain menimbulkan ketercerabutan (deprivasi) sosial bagi pihak-pihak yang kalah, hidup dalam sebuah dunia pasca-modern. Dalam lapangan in, kemudaan dapat menjadi pengalaman yang melahirkan fragmentasi dan pengurungan diri. Bisakah kita menemukan kemudaan kita lagi? Bisa. Tentu saja! Kemudaan kita adalah perayaan keberagaman kita sebagai Bangsa Indonesia dalam lapangan globalisasi. Suara kita, tangan kita, kaki kita haruslah berjalan lebih jauh, lebih lincah dalam menyapa berbagai sisi kehidupan dalam lapangan globalisasi. Bangsa-bangsa dunia adalah kawan seperjalanan kita untuk membuat kehidupan kita semakin kaya, semakin memperindah dunia. Jika Bangsa Indonesia dapat menjadi titik temu bagi bangsa-bangsa, itulah maksud dari kemudaan para pencetus Sumpah Pemuda 1928. Kemudaan kita adalah memuliakan kehidupan.

Rekening Lomba Foto Nasional - Gerakan Relawan Pancasila
BCA 128 0281 596 A/N. Sri Kusmiati
Sekretariat : Lomba Foto Nasional - Gerakan Relawan Pancasila
Jl. Guru alip No. 16, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta 12760
Email : admin@grpancasila.org
CP : Martha Y Hutagalung